Tulisan Guru
Jepang dan di Eropa Barat didorong oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Benar-benar belajar dari kerja sama yang dilakukan sejak tahun 1920 dengan cara imitasi (meniru) , mengembangkan lebih baik dan terus dikembangkan.
2. Menggunakan standar internasional, seperti menggunakan standar Washington dan dan standar Sedney.
Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah memberikan perhatian dengan menetapkan beberapa universitas untuk menjadi modeling. Dalam hal ini Jiangsu ditunjuk pemerintah menjadi pendidikan model dan menjadi tulang punggung perubahan. Perkembangan pendidikan di Jiangsu (China) terus dilakukan dengan meningkatkan motivasi guru untuk sadar akan tanggung jawabnya dan meningkatkan kreativitas. Hal yang paling utama atau penting penting dan harus dimiliki guru di Cina dan adalah adanya “Cinta dan Hormat” . Perasaan cinta dan hormat ini bergabung pada pembelajaran yang bermakna dengan pembelajaran yang menarik. Dengan demikian, pembelajaran akan mudah masuk sehinga guru tidak hanya menjadi menyampaikan materi tetapi dapat lebih menjadi inisiator perubahan.
Negara Cina mempunyai gaya tersendiri dan sangat percaya diri dalam mengembangkan pendidikan. Ada tiga hal yang menjadi pegangan sebagai orang Cina , yaitu :sebagai berikut :
1. Culture (budaya), Cina sangat mengagungkan kebudayaan sendiri sehingga kebudyaaan Cina sangat kuat mengakar dalam kehidupan masyarakat
2. Nation (negara), bangsa Cina mempunyai ikatan yang kuat dan mempunyai cita-cita untuk hidup bersama dalam sistem pemerintahan yang berdaulat
3. Country (kebangsaan), perasaan orang-orang Cina sebagai warga negara dan bangsa yang sama meskipun banyak suku dan etnik yang berbeda